Kebijakan Rafaksi Harga Jagung di Kalsel,Tingkatkan Produksi Menggairahkan Petani,Curi Perhatian Pemerintah Pusat

Merdekanusantara.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menggulirkan kebijakan Rafaksi harga jagung.Bukan sekedar wacana di atas kertas, kebijakan ini telah mengerek kenaikan produksi jagung Kalsel yang hingga Juni 2026 telah menembus angka sekitar 90.000 ton.

Kebijakan tersebut kini mulai membuahkan hasil manis bagi para petani di daerah penghasil jagung.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menyatakan hal tersebut usai di laksanakannya pencanangan Kabupaten Tanah Laut sebagai Sentra Jagung Provinsi Kalimantan Selatan oleh Gubernur Kalsel Muhidin,di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut belum lama ini.

Dipilihnya Kabupaten Tanah Laut bukan tanpa alasan. Daerah ini sudah lama dikenal sebagai lumbung jagung dan menjadi tulang punggung produksi jagung di Kalimantan Selatan,jelas Syamsir.

“Tanah Laut sejak lama masyarakatnya sudah menanam jagung dan memberikan andil yang besar terhadap produksi jagung Kalimantan Selatan. Karena itu, Bapak Gubernur mencanangkan Tanah Laut sebagai sentra jagung provinsi,” ujarnya seperti di kutip dalam keterangan resminya,Selasa (30/6/2026).

Selama bertahun tahun petani jagung di Kalsel harus menelan pil pahit akibat harga yang fluktuatif dan cenderung berada di kisaran Rp.2.000 hingga Rp3.000 per kilogram.

Harga semurah itu, kata Syamsir, jauh dari kata layak dan kerap membuat petani merugi alih-alih meraup untung.

Berangkat dari persoalan itu, Pemprov Kalsel tidak tinggal diam,bersama Polda Kalimantan Selatan dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), pemerintah daerah melakukan kajian mendalam untuk merumuskan sistem rafaksi harga berdasarkan kadar air jagung.

“Kami ingin petani memperoleh keuntungan yang layak sehingga semakin bergairah menanam jagung. Karena itu dibuatlah rafaksi harga yang disesuaikan dengan kualitas jagung berdasarkan kadar air,” katanya.

Kebijakan ini telah berhasil mengubah total cara pandang terhadap harga jagung. Jika sebelumnya harga dipukul rata tanpa memandang kualitas, kini jagung dengan mutu lebih baik akan dihargai lebih tinggi. Skema ini sekaligus menjadi pemantik semangat bagi petani untuk menghasilkan panen berkualitas, bukan asal panen.

“Rafaksi harga yang dikeluarkan melalui keputusan Bapak Gubernur menjadi pedoman pembelian jagung di Kalimantan Selatan. Kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi petani di Tanah Laut, tetapi juga di Tanah Bumbu, Kotabaru, Tapin, dan daerah penghasil jagung lainnya,” imbuh Syamsir.

Menurut Syamsir ,menariknya kebijakan rafaksi harga ala Kalsel ini yang pertama di Indonesia dan telah mencuri perhatian pemerintah pusat.

“Bahkan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan menjadikan Kalimantan Selatan sebagai contoh karena kebijakan ini disusun melalui proses yang panjang bersama akademisi dan tetap memberikan keuntungan bagi semua pihak,” sebutnya.

Capaian produksi jagung sepanjang tahun 2025,Kalimantan Selatan tercatat sekitar 155.000 ton, menempatkan provinsi ini sebagai penghasil jagung terbesar kedua di regional Kalimantan setelah Kalimantan Barat.

“Sampai Juni 2026 produksi kita sudah mencapai sekitar 90.000 ton. Kami optimistis target tahun ini bisa menyamai bahkan melampaui capaian tahun lalu apabila petani terus mendapatkan kepastian harga,” kata Syamsir.

Syamsir lebih lanjut mengungkapkan sentra produksi jagung Kalimantan Selatan tersebar di lima kabupaten, yakni Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru, Tapin, dan Banjar. Tak berhenti di Tanah Laut, empat daerah lainnya pun bersiap menyusul sebagai kawasan pengembangan jagung berikutnya.

Dia menuturkan produksi jagung Kalsel juga telah membuka peluang pasar ke provinsi tetangga di Pulau Kalimantan yang masih kekurangan pasokan, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.

“Kuncinya adalah memberikan jaminan harga kepada petani. Jika harga menguntungkan, petani akan terus menanam, produksi meningkat, dan Kalimantan Selatan akan semakin kuat sebagai salah satu sentra jagung di Indonesia,” pungkasnya.

 

Indra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *