Massa AMMAL Desak Polres Depok, Usut Tuntas Penganiayaan Maut di Tapos

Merdekanusantara.com,Depok – Suasana di depan Polres Metro Depok sempat memanas saat massa dari Aliansi Masyarakat Maluku (AMMAL) mendatangi kantor polisi untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban penganiayaan maut di wilayah Tapos, Depok. Kejadian tersebut menewaskan satu orang dan membuat satu korban lain berinisial S dalam kondisi kritis.

Ketua AMMAL Kecam Tindakan Main Hakim Sendiri
Ketua AMMAL, H. Moren, menyatakan keprihatinan mendalam atas aksi kekerasan yang merenggut nyawa manusia. Ia menegaskan bahwa persoalan seharusnya diserahkan kepada aparat berwenang, bukan diselesaikan dengan cara brutal.
“Binatang saja diperintahkan untuk diperlakukan dengan baik, apalagi manusia. Korban meninggal, istrinya jadi janda, anaknya ada tiga. Ini kemanusiaan,” tegasnya.

H. Moren juga mendesak Polres Metro Depok segera menangkap seluruh pelaku, termasuk pihak sipil yang diduga terlibat. “Saya minta Polres segera menangkap pelaku lain agar kejadian seperti ini tidak terulang di Kota Depok,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari kuasa hukum, AMMAL menduga ada keterlibatan warga setempat.
“Informasi dari lawyer, pelaku lainnya diduga RT setempat di wilayah Sukamaju Tapos. Kami harap dalam 1×24 jam sudah ada tindakan,” tambahnya.
Polres Metro Depok Pastikan Penanganan Profesional

Menanggapi desakan tersebut, Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi menegaskan bahwa penyidikan dilakukan secara profesional dan transparan, serta berkoordinasi dengan TNI AL.
“Pelaku yang diduga anggota TNI AL saat ini masih diperiksa di Pomal Bungur. Beberapa saksi juga sudah dimintai keterangan,” jelasnya. Senin (05/01/2026)

Pelaku yang telah diamankan adalah Serda TNI AL berinisial M. Kronologi dan Dugaan Motif
Peristiwa terjadi pada Jumat sekitar pukul 04.30 WIB. Kedua korban dibawa menggunakan mobil boks ke Polsek Cimanggis dalam kondisi luka berat sebelum dirujuk ke RS Brimob.

Polisi juga mendalami dugaan adanya transaksi ilegal sebelum penganiayaan. ” Diduga terkait transaksi narkotika, berdasarkan bukti percakapan di ponsel. Namun ini masih kami dalami,” ungkap AKP Made.

Dalam aksinya, pelaku diduga menggunakan selang sebagai alat penganiayaan.
Penyidikan Terus Berlanjut

Hingga kini, lebih dari tiga orang saksi telah diperiksa, mayoritas warga setempat. Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk memastikan apakah ada pelaku sipil lain yang terlibat. (Hanny)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *