Kunker BKSP DPD RI ke Kalbar Gali Potensi Daerah Untuk di Kembangkan

Merdekanusantara.com – Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Barat akan mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah daerah dan jejaring internasional melalui pemetaan potensi unggulan.Kamis (3/9/2026)

Ketua BKSP DPD RI Gusti Farid Hasan Aman memimpin langsung kunjungan kerja, didampingi Wakil Ketua BKSP DPD RI Maya Rumantir dan Anggota BKSP DPD RI asal Kalimantan Barat, Daud Yordan.

Dikatakan Ketua BKSP DPD RI Gusti Farid Hasan Aman, kunjungan kerja tersebut merupakan agenda yang telah direncanakan sejak sekitar satu tahun sebelumnya. Kalimantan Barat memiliki karakteristik dan potensi yang sangat strategis, terutama karena posisi geografisnya yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Kalbar memiliki potensi yang besar, bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga pendidikan, kebudayaan, dan ekosistem. Potensi-potensi ini perlu kita dorong agar dapat berkembang melalui kerja sama internasional,” kata Farid.

Menurutnya pertemuan tersebut menjadi forum untuk menggali berbagai potensi strategis Kalimantan Barat yang dapat dikembangkan melalui kerja sama antardaerah maupun kerja sama internasional.

Para pertemuan tersebut BKSP DPD RI memperoleh penjelasan potensi daerah yang di miliki mulai dari pertumbuhan ekonomi dan investasi, komoditas unggulan, hilirisasi, perdagangan lintas batas, hingga inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kalimantan Barat Linda Purnama menyampaikan sejumlah potensi daerah, perekonomian Kalimantan Barat tumbuh 5,39 persen pada 2025 dan mencapai 5,61 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Pertumbuhan tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain Pemerintah Provinsi pada pertemuan tersebut sejumlah perguruan tinggi turut menyampaikan potensi riset dan inovasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Di antaranya pengembangan green butter berbahan tengkawang, penelitian kratom, teknologi irigasi pintar, serta perahu tanpa awak bertenaga surya.

Sebagai langkah tindak lanjut, BKSP DPD RI merencanakan kunjungan ke Kalimantan Barat yang melibatkan 38 anggota BKSP yang merupakan perwakilan dari 38 provinsi pada Oktober atau November 2026.

“Kami ingin apa yang sudah didiskusikan ini tidak berhenti pada pertemuan. Akan ada tindak lanjut dengan membawa 38 perwakilan dari 38 provinsi untuk melihat dan mendalami potensi yang ada di Kalimantan Barat,” kata Gusti Farid.

Gusti Farid menilai berbagai potensi tersebut dapat menjadi modal penting bagi Kalimantan Barat untuk memperluas jejaring kerja sama, baik dengan mitra nasional maupun internasional.

Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan peran DPD RI dalam memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam mengangkat potensi daerah agar memiliki daya saing dan peluang lebih besar dalam kerja sama internasional.

 

Editor : Indra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *