Koperasi Desa Merah Putih Telah Terbentuk,Menunggu Janji Dukungan Modal Dari Pemerintah

Merdekanusantara.com,Marabahan – Proram koperasi desa Merah Putih salah satu program presiden RI yang harus diwujudkan didalam menupang perekonomian dan berbazis kesejahteraan rakyat secara meraya ditingkat desa.

Sehingga kini disarankan setiap desa harus dibentuk dan didirikan kopdes seluruh Indonesia tanpa kecuali, dan disertai dukungan harus memiliki berbadan hukum, agar setiap kegiatan terkait persoalan berurusan dengan pusat benar2 dapat memperlihatkan dan harus diketahui oleh pusat.

Salah satunya dana transfer untuk permodalan Kopdes dari pusat seberapapun harus melalui pusat guna kelancaran dan kelangsungan kegiatan operasional koperasi, termasuk pengadaan lahan untuk pembangunan gedung/gudang dan perkantoran kopdes dimaksud.

Sayangnya semua yang dijanjikan pusat untuk kopdes diseluruh Indonesia belum mendapat dukungan sepenuhnya dan dari pusat baik kemilikan lahan maupun modal usaha sesuai yang disaratkan oleh pusat.

Kopdes Merah Putih Desa Pulau Sugara kecamatan Alalak Barito Kuala Kalimantan Selatan saat rapat pengurus kini melakuan penusunan kegiatan program diantaranya mensosialisasikan perekrutan untuk menjadi anggota Kopdes agar kedepannya kopdes betul2 bisa dijadikan roda perekonomian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Pengawas kopdes Merah Putih desa Pulau Sugara Arafik ditemui media ini ( senin, 19/1/26 ) mengaku, untuk menjalankan kopdes masih terkendala, sehingga para pengurus didalam mencairkan dana modal belum bisa salah satunya dengan sarat harus memperlihatkan kopdes harus sudah berbadan hukum dan hampir dialami sekuruh kopdes di Indonesia.

Selai itu ujar Arafik kpdes diminta harus memiliki lahan seluas 600 meter persegi untuk membangun gudang beserta kantor harys miliki kodes, ini sudah menjadi persaratan dan ketentuan dari pusat.

Apa lagi sekarang ini tegas Arafik janji2 dari pusat tidak sesuai fakta tadinya dijanjikan dana miliaran rupiah yang dikucurkan sekarang hanya sekisar 200 juta rupiah, jadi semuanya sebagian besar terpaksa diambil dari anggaran desa, tegas Arafik.(Hafruddin)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *