Kandidat Calon Ketua KONI Kalsel Lakukan Konsultasi Regulasi AD/ART, Terkait Rangkap Jabatan

Merdekanusantara.com,Banjarmasin – Hasnuryadi Sulaiman,Wakil Gubernur Kalsel mendatangi Sekretariat KONI Kalsel terkait pengusulan sebagai ketua KONI Provinsi Kalimantan Selatan.

Di ketahui Hasnuryadi Sulaiman memperoleh dukungan yang sangat besar dari Cabang Olahraga sebagai kandidat calon Ketua KONI Priode 2026-2030.

Sebelum melangkah lebih jauh Hasnuryadi lakukan konsultasi mengingat beberapa cabang olah raga di pimpinnya saat ini.

Hal ini berkaitan dengan jabatan yang saat ini masih ia emban sebagai Ketua Pengprov di tiga cabang olahraga sekaligus yakni PSSI, FPTI, dan PGSI Kalimantan Selatan. Ia menegaskan akan segera berkoordinasi dengan induk organisasi cabor terkait untuk mendapatkan kepastian regulasi.

Kedatangan Hasnuryadi beserta timnya pada Minggu lalu (12/4/2026) dini hari sekitar pukul 00.00 WITA untuk berkonsultasi langsung dengan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) terkait aturan AD/ART KONI, khususnya soal larangan rangkap jabatan di cabang olahraga.

Inti dari kunjungan adalah untuk memastikan bahwa proses pencalonannya tidak menyalahi aturan yang berlaku,mengingat dia juga merupakan ketua dari beberapa cabang olahraga.

“Pertama tentunya ingin silaturahmi dan memohon maaf karena baru bisa datang tengah malam. Kami menunggu sampai tugas di stadion selesai, baru bisa ke sini. Tidak ada maksud lain, hanya ingin memastikan semuanya berjalan lancar,” ujar Hasnuryadi

“Kami akan konsultasi juga dengan induk organisasi cabor yang ada, seperti sepak bola, gulat, dan panjat tebing. Supaya semua sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Langkah Hasnuryadi ini mendapat respons sangat positif dari Ketua TPP KONI Kalsel, Abdul Haris Makkie, yang menyebutnya sebagai sikap yang elegan dan jarang ditemui dalam dinamika organisasi olahraga.

“Kami sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan luar biasa. Ini elegan sekali apa yang dilakukan Pak Hasnur,” ujar Haris Makkie.

Ia menjelaskan bahwa dalam praktik yang selama ini berlangsung, persoalan rangkap jabatan kerap dianggap bukan masalah. Namun Hasnuryadi justru memilih jalan berbeda dengan memastikan semuanya benar-benar bersih dan sesuai aturan sebelum melangkah lebih jauh.

“Kalau dari sisi yang sudah ada atau pernah dilakukan, sebenarnya tidak masalah. Tapi beliau tidak menginginkan seperti itu. Yang diinginkan adalah betul-betul clear and clean terhadap hal-hal yang diatur dalam AD/ART,” jelas Haris Makkie.

Ia pun menilai sikap tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh pengurus dan pegiat olahraga agar tidak mengabaikan aturan hanya demi menduduki sebuah jabatan.(*)

Indra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *