Heboh Nepotisme Desa! Camat Pakuhaji Menghilang dan Bungkam Saat Dimintai Klarifikasi

Merdekanusantara.com, Kabupaten Tangerang – Di tengah sorotan dugaan nepotisme yang mengguncang Desa Buaran Bambu, sikap Camat Pakuhaji justru memantik tanda tanya besar. Alih-alih memberikan klarifikasi, sang camat memilih diam saat dikonfirmasi.

Tim Jurnalis Tangerang Raya (JTR) mendatangi langsung Kantor Kecamatan Pakuhaji pada Senin (3/8/2026). Namun, camat tidak berada di lokasi. Upaya konfirmasi berlanjut melalui pesan WhatsApp. hasilnya nihil. Tak ada jawaban, tak ada penjelasan, bahkan saat isu ini sudah ramai diperbincangkan publik.

Sikap bungkam ini langsung menyulut reaksi.
Ketua JTR, Ahmad Putra, menilai klarifikasi dari pihak kecamatan adalah kunci untuk meredam keresahan masyarakat.

“Kami hanya ingin jawaban sederhana. Benar atau tidak Kaur Keuangan itu anak Kepala Desa? Dan apakah prosesnya sesuai aturan? Itu saja,” tegasnya.

Namun hingga berita ini diturunkan, jawaban itu tak kunjung datang.

Kecurigaan Publik Menguat

Kasus ini bermula dari keresahan warga Desa Buaran Bambu yang mempertanyakan pengangkatan Kaur Keuangan yang diduga memiliki hubungan darah dengan Kepala Desa.

Bukan tanpa alasan. Aturan sudah jelas.

Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 secara tegas melarang praktik nepotisme dalam pengangkatan perangkat desa. Prosesnya wajib transparan: melalui penjaringan, penyaringan, hingga seleksi terbuka.
Lalu, jika semua prosedur sudah benar, mengapa harus diam?

Pertanyaan inilah yang kini bergema di tengah masyarakat. Diamnya pihak kecamatan justru memperkuat spekulasi: apakah proses ini benar-benar bersih, atau ada sesuatu yang disembunyikan?

JTR Akan Bongkar Sampai Tuntas

Tak berhenti di sini, JTR memastikan akan terus mengawal kasus ini. Langkah lanjutan sudah disiapkan, termasuk mengonfirmasi langsung ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang.

Tujuannya jelas: memastikan apakah proses pengangkatan ini sesuai aturan, atau justru sarat kepentingan.

Di tengah tuntutan transparansi, publik kini menunggu satu hal sederhana: kejujuran.
Karena dalam kasus seperti ini, diam bukan lagi netral. melainkan mencurigakan.
(Tim JTR)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *