Cing Ikah Berikan Edukasi Gemar Membaca Dalam Festival Literasi

Merdekanusantara.com,Depok – Istri Wali Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau akrab disapa Cing Ikah, menunjukkan kepeduliannya terhadap masa depan generasi muda dengan mendorong anak-anak agar lebih gemar membaca dan tidak terlalu bergantung pada gadget.

Dalam kegiatan Festival Literasi Kota Depok yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) berkolaborasi dengan berbagai pihak, Cing Ikah hadir untuk memberikan edukasi langsung kepada anak-anak tentang pentingnya kebiasaan membaca sejak dini.

“Salah satunya, hari ini saya datang ingin berbagi edukasi tentang tujuh kebiasaan baik, dan salah satunya adalah gemar membaca,” ujar Cing Ikah.

Ia menjelaskan, dirinya sengaja membawakan cerita sederhana melalui buku edukatif berjudul ‘Menjaga Lingkungan Bersama Boni’, agar anak-anak bisa belajar nilai-nilai positif sambil menumbuhkan kembali kecintaan terhadap buku.

Menurutnya, penggunaan gadget yang berlebihan sudah sangat memengaruhi perilaku anak-anak di Kota Depok. Karena itu, ia berharap Festival Literasi ini bisa menjadi momentum untuk mengembalikan minat baca di kalangan pelajar.

“Anak-anak sekarang banyak yang teralihkan oleh gadget. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa membawa mereka kembali mencintai buku — warisan budaya belajar yang diajarkan leluhur kita,” ungkap Cing Ikah.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap gerakan literasi, Cing Ikah bersama Kadis Diskarpus Kota Depok, Utang Wardaya, menggagas program Motor Baca Gerakan Literasi Sekolah (Mocagelis). Program ini hadir sebagai inovasi agar masyarakat di lingkungan sempit yang tidak bisa dijangkau Mobil Perpustakaan Keliling tetap mendapatkan akses membaca.

“Kami punya motor baca yang bisa masuk ke gang-gang kecil dan menjangkau anak-anak di lingkungan RW. Warga atau pengurus RT/RW bisa bersurat ke Diskarpus untuk menghadirkan motor baca ini di wilayahnya,” jelasnya.

Cing Ikah juga menambahkan, Motor Baca kini sudah mulai beroperasi dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara gratis. Ia berharap program ini mampu menumbuhkan budaya membaca di setiap sudut kota.

“Harapan saya, literasi anak-anak muda Depok bisa meningkat dalam lima tahun ke depan. Kami ingin di setiap kelurahan ada pojok baca, taman bacaan masyarakat (TBM), dan ruang literasi yang mudah diakses,” katanya.

Cing Ikah menegaskan, keberhasilan gerakan literasi di Depok tidak bisa dicapai oleh pemerintah saja, melainkan perlu kolaborasi dari berbagai pihak — mulai dari sekolah, PKK, hingga masyarakat di tingkat RW.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah, sekolah, dan warga. Dengan begitu, anak-anak akan punya banyak tempat untuk membaca dan belajar hal-hal positif,” tutupnya.
(Hanny)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *