Bupati Banjarnegara Instruksikan Percepatan APBD, ditarget Tuntas dalam 9 Bulan

Bupati Banjarnegara Instruksikan Percepatan APBD, ditarget Tuntas dalam 9 Bulan, pernyataan tersebut di sampaiknnya pada rapat rapat koordinasi percepatan pelaksanaan APBD bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula lantai 3 Sekretariat Daerah Banjarnegara pada Jum’at (2/1/2026)(foto/ahr)

BANJARNEGARA – Mengawali tahun anggaran 2026, Bupati Banjarnegara menggelar rapat koordinasi percepatan pelaksanaan APBD bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di pringgitan rumah dinas. Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya efisiensi dan kecepatan kerja mengingat adanya tantangan fiskal yang cukup serius dari pemerintah pusat.

Bupati mengungkapkan bahwa tahun 2026 menjadi tahun tantangan bagi keuangan daerah. Informasi dari pemerintah pusat menyebutkan adanya pengurangan signifikan pada Dana Transfer ke Daerah.

Jika pada 2025 alokasi mencapai Rp.669 triliun secara nasional, tahun ini turun menjadi Rp.559 triliun. Di Banjarnegara sendiri, terdapat potensi pengurangan hingga Rp.168 miliar.

“Kita harus lebih efisien. Ketergantungan kita terhadap pusat masih tinggi, sementara anggaran berkurang. Saya minta setiap program benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Bupati di hadapan para kepala dinas dan camat.

Salah satu poin krusial dalam rapat ini adalah perubahan pola kerja. Bupati menginstruksikan agar seluruh proyek strategis dan kegiatan besar dituntaskan dalam waktu 9 bulan pertama.

Peserta rapat koordinasi percepatan pelaksanaan APBD(foto/ahr)

“Saya tidak mau lagi melihat BPKAD ‘mengemis’ penyerapan di akhir tahun. Proyek besar harus mulai lelang di awal tahun, terutama di Dinas PUPR, Pendidikan, dan Kesehatan. Jadi, bulan ke-10 hingga ke-12 kita hanya tinggal mengerjakan rutinitas,” tegasnya.

Instruksi ini bertujuan untuk menghindari pengerjaan proyek fisik di akhir tahun yang bertepatan dengan musim hujan, sehingga kualitas bangunan tetap terjaga dan tidak cepat rusak.

Bupati juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan di desa-desa. Ia meminta OPD tidak hanya fokus pada satu desa tertentu secara berulang, melainkan bergiliran agar keadilan sosial terasa di seluruh pelosok Banjarnegara.

Menutup arahannya, Bupati meminta para camat dan BPBD untuk selalu siaga (standby) menghadapi bencana, terutama di titik-titik rawan longsor saat musim hujan. Ia juga meminta Kominfo untuk lebih agresif mempromosikan potensi daerah dan meminta Satpol PP meningkatkan patroli malam guna menekan angka kriminalitas serta pergaulan bebas di kalangan remaja.

Dengan dimulainya start kerja di awal Januari ini, Bupati berharap seluruh jajaran birokrasi bergerak serentak demi mewujudkan Banjarnegara yang lebih baik di tahun 2026. (mfa13)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *