Barito Putera Terlihat Kuat di Lini Depan, Namun Masih Lemah di Lini Pertahanan

Merdekanusantara.com, Jakarta — Pembenahan skuad PS Barito Putera di bawah arahan pelatih Hendri Susilo mulai memperlihatkan perubahan positif. Dalam dua laga awal yang dijalani, Laskar Antasari menunjukkan permainan yang lebih agresif dan produktif, khususnya di lini depan.

Dari dua pertandingan awal di Pegadaian Championship 2026/2027 Grup Timur, Barito Putera telah mencetak lima gol ke gawang dua tim yang cukup kuat, yakni Persipura Jayapura dan Deltras FC.

Keberanian Hendri Susilo memberikan kepercayaan kepada sejumlah pemain muda seperti Korneles Howay, Aimar Iskandar, Gerard Edginataqi, Iqbal, Muhammad Iqbal Gwijangge (20), serta pemain asli Banua, Arya Satria Saputra (20), merupakan sebuah pertaruhan terhadap nama besar Barito Putera. Namun, sejauh ini keputusan tersebut cukup berhasil dan memberikan harapan positif untuk perjalanan tim ke depan.

Racikan dan kombinasi pemain yang diterapkan Hendri Susilo juga mulai terlihat hasilnya dalam produktivitas gol. Dengan talenta-talenta muda yang dimiliki, lini depan Barito Putera tidak perlu terlalu diragukan.

Namun, ada pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan tim pelatih, yakni membenahi lini pertahanan.

Dalam dua laga awal, gawang Barito Putera telah kebobolan lima gol. Catatan tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat celah di lini belakang yang saat ini dikawal duet bek tengah Renan Alves dan Haudi Abdillah.

Sebagai pembanding, pada musim sebelumnya duet Renan Alves dan Fabiano Beltrame mampu menjaga gawang Barito Putera tetap tanpa kebobolan dalam dua pertandingan awal.

Harus diakui, Renan Alves memiliki naluri menyerang yang cukup kuat. Kondisi tersebut membuatnya beberapa kali meninggalkan posisinya sebagai bek tengah untuk membantu serangan. Pada musim sebelumnya, kehadiran Fabiano Beltrame dengan segudang pengalaman mampu memberikan keseimbangan sekaligus mengoordinasikan lini pertahanan, meskipun usianya telah mencapai 42 tahun.

Situasi inilah yang menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi tim pelatih yang dikomandoi Hendri Susilo. Bagaimana memastikan Haudi Abdillah dan pemain-pemain lainnya mampu menutup ruang yang ditinggalkan Renan Alves ketika membantu serangan, sehingga celah tersebut tidak dimanfaatkan lawan melalui skema serangan balik.

Dengan segudang pengalaman yang dimiliki Hendri Susilo sebagai pelatih, persoalan tersebut tentu diharapkan dapat segera diatasi. Pertandingan berikutnya menghadapi Kendal Tornado FC di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (26/9), akan menjadi ujian sekaligus kesempatan bagi Laskar Antasari untuk menunjukkan perkembangan di lini pertahanan.

Ketajaman di lini depan sudah mulai terlihat. Kini, kekokohan lini belakang menjadi kunci agar Barito Putera mampu tampil lebih konsisten dan meraih hasil maksimal pada laga-laga berikutnya. (Indra)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *