Rona Firmansyah Kritik Rencana Alih Fungsi Lapang Voli oleh PT. KAI di Majalengka

Majalengka,- Merdekanusantara.com – Anggota DPRD Kabupaten Majalengka, Rona Firmansyah, mengkritik rencana alih fungsi lapangan voli di RW 08 Babakan Tipes, Kadipaten, Majalengka Jawa Barat, Selasa (07/04/2026) yang diduga akan dilakukan oleh pihak PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api) atau PT. KAI.

Rona menilai, rencana tersebut berpotensi merugikan masyarakat karena lapangan voli selama ini menjadi fasilitas umum yang aktif digunakan warga untuk olahraga dan kegiatan sosial.

Read More

“Lapang voli ini bukan hanya tempat olahraga, tetapi juga ruang interaksi sosial masyarakat. Jika dialihfungsikan tanpa komunikasi yang jelas, tentu akan menimbulkan keresahan,” kata Rona dalam keterangannya.

Ia menegaskan, keberadaan ruang publik seperti lapangan olahraga memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kohesi sosial, terutama bagi kalangan pemuda.

Rona juga mendesak PJKA/PT. KAI untuk membuka dialog dengan warga dan pemerintah setempat guna memastikan adanya solusi yang adil dan transparan.

“Saya berharap PJKA berpihak kepada masyarakat serta memprioritaskan kepentingan warga. Lapangan ini sudah digunakan sejak puluhan tahun dan merupakan fasilitas umum, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap kawasan permukiman idealnya memiliki ruang publik yang memadai sebagai bagian dari tata kelola lingkungan yang sehat.

Lebih jauh, Rona mengingatkan agar rencana alih fungsi tidak dilakukan, karena lapang ini sudah ada dan dimanfaatkan oleh warga masyarakat sebagai sarana olahraga dan kegiatan sosial lainnya, sejak puluhan tahun silam.

“Jangan sampai masyarakat kehilangan ruang publik tanpa solusi konkret,” tegasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, H. Durakim, menyatakan bahwa lapangan voli tersebut telah lama menjadi pusat aktivitas warga, mulai dari olahraga rutin hingga kegiatan kebersamaan.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT. KAI terkait rencana tersebut. Warga pun masih menunggu kejelasan serta langkah konkret dari pihak terkait. (Gal)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *